Saturday, May 3, 2014

Posting gambar


Wednesday, April 30, 2014

Episode Paling Mencekam Di (Masih) Dunia Lain - On The Spot Trans 7 0103...

Tuesday, April 29, 2014

Materi Sosiologi

Multikulturalisme berhubungan dengan kebudayaan dan kemungkinan konsepnya dibatasi dengan muatan nilai atau memiliki kepentingan tertentu. [1]
  • “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007)[2]
  • Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”; Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra, 2007).[3]
  • Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174)[4]
  • Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)[5]
  • Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar).[6]

Sejarah Multikulturalisme

Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru.
Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris (English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999.[7] Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, sebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit.[rujukan?] Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancis, mulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme.[8] Pengubahan kebijakan tersebut juga mulai menjadi subyek debat di Britania Raya dam Jerman, dan beberapa negara lainnya?
Jenis Multikulturalisme == Berbagai== macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh):
  1. Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
  2. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
  3. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
  4. Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
  5. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing. [9]

Multikulturalisme di Indonesia

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.
Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme. Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007). Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.
Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.

Materi Sejarah

Karakteristik Perlawanan Terhadap Belanda pada Awal Abad ke 20 (Pergerakan Nasional) :
Perlawanan bersifat nasional
Tujuan perlawanan untuk mencapai kemerdekaan nasional
Alat perjuangan berupa organisasi/partai
Perlawanan memiliki 2 cara, kooperatif dan nonkooperatif. Kooperatif berarti ikut bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dalam usaha mencapai kemerdekaan. Nonkooperatif berarti tidak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dalam usaha untuk mencapai kemerdekaan
Perjuangan dipimpin oleh kaum intelektual

Asal-usul nama bagi kepulauan Indonesia:
Hindia
Berasal dari bahasa Yunani (Herodotus) untuk menyebutkan kata Indus. Dipopulerkan oleh seorang pelaut Portugis yang pernah datang ke Indonesia yaitu Vasco De Gamma
Nederlandsch Oost Indie
Nama ini berasal dari bahasa Belanda. Nama ini adalah sebutan orang Belanda terhadap jajahannya di kepulauan Indonesia yang nanti berubah namanya menjadi Nederlandsch Indie. Nama ini memiliki arti bahwa Indie (Indonesia) adalah negeri bawahan (jajahan) Belanda (Nederland)
Insulinde
Nama ini diambil dari dua kata dalam bahasa Belanda, Insula/Insulair yang berarti pulau dan Indie yang berarti Hindia. Nama ini ditemukan dalam karangan Edward Dowes Dekker (Multatuli) yaitu Max Havelaar. Dipopulerkan juga oleh Profesor Veth.
Nusantara
Nama ini ditemukan dalam perpustakaan India kuno, untuk menyebutkan kepulauan Indonesia. Nama ini diambil dari dua kata, Nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti diantara. Jadi nama ini memiliki arti kepulauan yang terletak diantara, baik diantara benua (Asia dan Australia) maupun diantara samudera (samudera Hindia dan samudera Pasifik)
Indonesia
Nama ini diciptakan oleh Prof. Adolf Bastian pada tahun 1884. Ia adalah seorang guru besar pada universitas di Berlin dalam ilmu bahasa. Ia mengarang buku yang terdiri dari lima jilid yang berjudul Indonesien Oder die Inseln des Malaischen Archipelago. Kata Indonesia ini berasal dari dua suku kata yaitu Indo dan nesie (Nesos dalam bahasa Yunani) yang berarti Kepulauan Hindia. Kata Nesos juga hampir berdekatan dengan kata nusa dalam bahasa kita yang berarti kepulauan
Hindia Timur
Nama ini dipakai oleh salah satu organisasi pada masa pergerakan nasional yaitu Muhammadiyah pimpinan K.H. Ahmad Dahlan. Nama ini sangat populer di kalangan Muhammadiyah dan menjadi nama resmi dalam organisasi ketika menyebutkan kepulauan Indonesia.

Organisasi Pergerakan Nasional

Budi Utomo
Organisasi ini lahir di Batavia pada tanggal 20 Mei 1908 (Hari Kebangkitan Nasional) atas prakarsa dari mahasiswa-mahasiswa S.T.O.V.I.A (School Tot Opleiding van Indische Arsten). Organisasi inimuncul karena dilatarbelakangi oleh inisiatif Dr. Wahidin Sudirohusodo yang bangkit untuk memberikan pengajaran kepada orang Jawa dengan menghimpun dana dari tiap daerah di Jawa (study found).
Tokoh-tokoh:
·         Dr Wahidin Sudirohusodo
·         dr Sutomo
·         Tjipto Mangunkusumo
Organisasi ini bersifat kedaerahan (etnosentris) hanya ditujukan untuk mahasiswa Jawa ataupun kalangan priyayi Jawa sehingga kurang mendapatkan tempat di hati orang Indonesia pada waktu itu. Pergerakan organisasi ini koopertif, melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah kolonial Belanda.
Sarekat Dagang Islam
Organisasi ini dibentuk di kota Solo oleh pedagang batik yaitu Haji Samanhudi pada tahun 1911. Organisasi ini bersifat nationalistis-democratis-religieus-economis. Latar belakang muncul dan berkembangnya SDI ini adalah:
·         Perdagangan bangsa Tionghoa adalah suatu halangan buat perdagangan Indonesia karena monopoli bahan batik, ditambah pula dengan tingkah laku sombong dari bangsa Tionghoa sesudah revolusi di Tiongkok
·         Kemajuan gerak langkah penyebaran agama Kristen dan juga ucapan-ucapan yang menghina dalam parlemen Negeri belanda tentang tipisnya kepercayaan agama bangsa Indonesia
·         Cara adat lama yang terus dipakai di daerah kerajaan-kerajaan Jawa, makin lama makin dirasakan sebagai penghinaan terhadap umat Islam
Nama SDI dirubah menjadi Sarekat Islam (SI) dengan tujuan untuk memperluas daerah pergerakan supaya tidak terbatas pada golongan pedagang saja. Anggaran Dasar SI menyebutkan tujuan dari Sarekat Islam :
“Mencapai kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan, persatuan dan tolong menolong diantara kaum Muslimin semuanya. “
“memajukan semangat dagang bangsa Indonesia, memajukan kecerdasan rakyat dan hidup menurut perintah agama, menghilangkan faham-faham keliru tentang agama Islam.”
Sifat pergerakan dari SI ini adalah kooperatif dan tidak bereaksi melawan pemerintah Belanda. Walaupun begitu, dengan agama Islam sebagai lambang persatuan. (Kongres Sarekat Islam I 26 Januari 1913 di Surabaya).
SI adalah organisasi kerakyatan dan hanya diperuntukan bagi rakyat biasa, pegawai pemerintah Belanda tidak diperbolehkan menjadi anggota. Anggota haruslah rakyat biasa yang beragama Islam dan orang pribumi (Kongres Sarekat Islam II di Solo).
Dalam tahun 1915 di Surabaya didirikan Central Sarekat Islam (C.S.I) dengan tujuan untuk memajukan dan membantu S.I daerah, mengadakan dan memelihara perhubungan dan pekerjaan berasama.  
Kongres Nasional S.I ke 3 di Surabaya (29 September-6 Oktober 1918) telah merubah haluan pergerakan menjadi cenderung kiri yang membela kaum buruh dan menentang kapitalisme. Dalam kongres ini diputuskan bahwa S.I menentang pemerintah sepanjang tindakannya melindungi kapitalisme; pegawai negeri Indonesia dikatakan adalah alat, penyokong kepentingan kapitalis. Selain itu S.I juga menuntut mengadakan peraturan-peraturan sosial guna kaum buruh, untuk mencegah penindasan dan perbuatan kesewenang-wenangan (upah minimum, maksimum waktu kerja dl). Ini ditimbulkan karena adanya infiltrasi orang-orang berfaham sosialis seperti Alimin, Semaun, Darsono, Tan Malaka dan lainnya yang berasal dari Indische Social Democratische Vereeniging (I.S.D.V) yang nantinya berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (P.K.I) yang masuk menjadi anggota S.I. Dengan sifat pergerakan yang berubah, maka S.I sangat terbuka kepada orang-orang yang berfaham kiri untuk menjadi anggota bahkan menjadi pengurusnya. Sehingga timbul reaksi dari anggota S.I lain untuk membersihkan S.I dari unsur-unsur sosialis komunis lewat Kongres Nasional S.I ke 6 di Surabaya (10 Oktober 1921) dipimpin oleh Tjokroaminoto untuk membentuk disiplin partai dengan menyamakan dasar perjuangan. Oleh karena itu maka orang tidak mungkin lagi menjadi anggota S.I sekaligus mejadi anggota P.K.I.

Indische Partij
Organisasi ini didirikan di Bandung atas prakarsa tiga tokoh populer yang biasa disebut tiga serangkai yaitu Douwes Dekker (Setyabudi Danudirjo), dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Sifat dari organisasi ini radikal dan progresif dengan menyatakan sebagai partai politik.
Keanggotaan Indische Partij adalah terbuka untuk semua golongan baik orang Eropa dan keturunannya yang tinggal di Hindia Belanda (Indo), orang Belanda keturunannya (Indo), orang Tionghoa dan keturunannya dan orang pribumi.
Tujuan : Indie Merdeka
Dasar : National Indie
Semboyan : Indie untuk Indier
Bendera : warna dasar hitam (menunjukan warna kulit orang Indonesia), satu pojoknya diberi garis-garis hijau (yang berarti pengharapan baik dimasa mendatang), merah (yang berarti keberanian) dan biru (yang berarti kesetiaan)
Dikarenakan sifat dari pergerakan ini radikal, maka pemerintahan kolonial membuang (mengasingkan) ke tiga tokohnya dengan tuduhan akan mengadakan pemberontakan pada bulan Agustus 1913.
·         Douwes Dekker diasingkan ke Timor Kupang
·         Tjipto Mangunkusumo diasingkan ke Banda
·         Suwardi Suryaningrat diasingkan ke Bangka
Namun ketiganya meminta untuk diasingkan ke negeri Belanda, permintaan ini dikabulkan oleh pemerintah Belanda.

Materi Ekonomi



KETENAGAKERJAAN.

a.         Tenaga Kerja : Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasiklan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
b.         Angkatan Kerja : Bagian dari tenaga kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi. Aktif ini tidak selalu berarti sudah bekerja karena yang digolongkan sebagai angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15 tahun ke atas) baik yang bekerja maupun yang mencari pekerjaan (pengangguran.
c. Kesempatan Kerja : Kebutuhan tenaga kerja yang kemudian secara riil diperlukan oleh perusahaan atau lembaga penerima kerja pada tingkat upah, posisi dan syarat tertentu, yang di informasikan melalui iklan, dll. Kesempatan kerja ini sering disebut lowongan kerja.
d. Pekerja : setiap orang yang menghasilkan barang atau jasa yang mempunyai nilai ekonomis baik yang menerima gaji atau bekerja sendiri yang terlibat dalam kegiatan manual.
Seseorang dapat dikatakan sebagai pengangguran bila memenuhi salah satu kategori berikut :
Ø  Sedang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan
Ø  Sedang mempersiapkan suatu usaha baru
Ø  Tidak memiliki pekerjaan karena merasa tidaak mungkin mendapat pekerjaan
Ø  Sudah mendapat pekerjaan tetapi belum mulai bekerja
Pemerintah dpat meningkatkan kualitas kerja melalui dua jalur yaitu :
Ò  Jalur Formal : dengan menyelenggarakan sekolah berjenjang mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi
Ò  Jalur Informal : dengan menyelenggarakan kursus-kursus yang murah, pelatihan, lokakarya, dll.
            Berikut ini adalah penyebab terjadinya penganguran yaitu :
Ò  Penurunan permintaan tenaga kerja
Ò  Kemajuan teknologi
            Kelemahan pasar tenaga kerja
Macam-macam pengangguran dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut :
  1. Pengangguran Normal : golongan angkatan kerja yang betul-betul tidak mendapatkan pekerjaan karena pendidikan dan ketrampilan yang tidak memadai
  2. Pengangguran Terselubung : golongan angkatan kerja Yang melakukan pekerjaan tetapi hasilnya tidsk cukup untuk memenuhi kebutuhannya
      3.   Pengangguran terbuka : golongan angkatan kerja yang betul-betultidak mendapatkan kesempatan bekerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan. Jenis pengangguran ini terbagi atas :
    1. Pengangguran friksional : pengangguran yang terjadi karena atas perubahan dan dinamika ekonomi
    2. Pengangguran musiman : pengangguran yang terjadi karena pergantian musim sehingga mempengaruhi jumlah pekerjaan yang tersedia di beberapa industri seperti sektor pertanian
    3. Pengangguran konjungtural : pengangguran yang terjadi karena berkurangnya permintaan barang dan jasa
    4. Pengangguran struktural : pengangguran yang muncul akibat perubahan struktur ekonomi
    5. Pengangguran sukarela : pengangguran yang terjadi karena adanya orang yang sesungguhnya masih dapat bekerja tetap[I dengan sukarela dia tidak mau bekerja karena mungkin sudah cukup dengan kekayaan yang dimiliki
    6. Pengangguran deflasioner : pengangguran yang disebabkan karena lowongan pekerjaan tidak cukup untuk menampung pencari kerja
    7. Pengangguran teknologi : pengangguran yang disebabkan karena kemajuan teknologi yakni pergantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin
Berikut ini disajikan dampak-dampak dari adanya pengangguran yaitu :
Ò  Dampak Ekonomi : seperti nilai GDP akan menurun, dan pendapatan nasional akan berkurang bersamaan denga turunnya standar hidup
Ò  Dampak Sosial : seperti naiknya tingkat kejahatan, naiknya ketergantungan narkoba dan alkohol, hilangnya harga diri serta kepercayaan diri para pengangguran, dll
Ò  Dampak Individu dan Keluarga : jumlah konsumsi akan bekurang, meningkatkan ketergantungan dengan pihak lain yang menjadi tumpangan mereka selama menganggur
1. Mengatasi pengangguran friksional dan sukarela:
      • Menarik investor baru dengan cara deregulasi dan debiokratisasi
      • Memberikan bantuan pinjaman lunak dan bantuan lain untuk memacu kehidupan industri kecil
      2. Mengatasi pengangguran konjungtural :
      • Meningkatkan daya beli masyarakat
      • Mengatur bunga Bank agar tidak terlalu tinggi
      3. Mengatasi pengangguran struktural :
      • Menyediakan lapangan kerja
      • Mengadakan pelatihan tenaga kerja
      • Menarik investor
4. Mengatasi pengangguran musiman :
      • Pelatihan ketrampilan lain selain bidang yang sudah digeluti
      • Menginformasikan lowongan kerja yang ada disektor lain kepada masyarakat
      5. Mengatasi pengangguran deflasioner :
      • Pelatihan tenaga kerja
      • Menarik investor baru
6. Mengatasi pengangguran teknologi :
      • Pengenalan teknologi yang ada sejak usia dini
      • Pelatihan tenaga pendidik untuk menguasai teknologi baru yang harus disampaikan pada anak
                                                                                               
PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN.
Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi merupakan dua istilah yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi.
            Pertumbuhan ekonomi : kenaikan pendapatan atau produksi nasional dalam suatu negara dari tahun ke tahun
            Pembangunan ekonomi : proses meningkatkan PDB, sekaligus meningkatkan pendapatan per kapita penduduk suatu negara melalui pertumbuhan ekonomi
Faktor-faktor Pertumbuhan Ekonomi :
  Sumber Daya Alam
  Sumber Daya Modal dan Teknologi
  Jumlah Penduduk dan Kualitas Penduduk
  Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat
  Luas Pasar atau Pangsa Pasar
Teori Pertumbuhan Ekonom-Ekonom :
·         Teori Neo Klasik
  Teori Modern Sumber Daya Alam
  Sumber Daya Modal dan Teknologi
  Jumlah Penduduk dan Kualitas Penduduk
  Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat
  Luas Pasar atau Pangsa Pasar
  Teori Pertumbuhan Austria
  Pembangunan merupakan suatu proses multidimensional mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap masyarakat, dan institusi nasional, disamping tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan serta pengentasan kemiskinan
  Tujuan inti dari pembangunan antara lain adalah peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok, peningkatan standar hidup dan perluasan pilihan-pilihan  ekonomis dan sosial
Sumber Pembiayaan Pembangunan Ekonomi :
  Simpanan Domestik
  Investasi Asing
  Bantuan Luar Negeri
Karakteristik Negara Berkembang :
  PNB per kapita yang rendah
  Ekonomi agraris
  Kondisi kesehatan yang memprihatinkan
  Tingkat buta huruf yang masih tinggi
  Tingginya angka pertumbuhan penduduk
      Masalah Pembangunan Ekonomi Di Indonesia :
  Masalah kependudukan : jumlah penduduk yang sangat besar, laju pertumbuhan penduduk yang sangat besar, komposisi penduduk menurut umur yang tidak menguntungkan, penyebaran penduduk yang tidak merata, arus urbanisasi yang cukup tinggi
  Masalah kemiskinan
  Keterbelakangan dalam pendidikan, ekonomi,  kesehatan, kemajuan teknologi, dan sikap mental ekonomi
  Lapangan pekerjaan
  Pemerataan pembangunan
Dampak Pembangunan Ekonomi :
 Dampak Positif :
    • Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat
    • Meningkatkan pendapatan masyarakat
    • Fasilitas umum dapat terpenuhi
    • Terjadinya perubahan struktur ekonomi dari agraris ke industri
      Dampak Negatif :
    • Meningkatkan urbanisasi
    • Terjadinya pencemaran lingkungan akibat limbah pembangunan
                                                                             
                                                                                                     
APBD dan APBN
  APBN : Anggaran Pendapatan Belanja Negara merupakan sebuah daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun untuk membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah yang bersangkutan.
  APBD : Anggaran Pendapatan Belanja Daerah merupakan sebuah daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran daerah selama satu tahun.
Fungi APBD dan APBN :
  1. Fungsi Otorisasi
  2. Fungsi Perencanaan
  3. Fungsi Pengawasan
  4. Fungsi Alokasi
  5. Fungsi Distribusi
  6. Fungsi Stabilisasi
Kebikajan fiskal merupakan langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam pembelanjaannya dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi
      Berdasarkan kepada jenisnya kebijakan fiskal dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
    1. Penstabil Otomatik
    2. Kebijakan Fiskal Diskresioner

Tuesday, January 21, 2014

Gadget dan fungsi-fungsi gadget pada blogger

Mengenal pengertian dan fungsi gadget pada blog
Blog Andik rasida| Salam ngeblog dari saya. Kali ini saya akan berbagi tentang mengenal pengertian dan fungsi gadget pada blog.
Bagi anda yang baru mengenal blog, Gadget itu adalah fitur tambahan yang berupa elemen yang berguna untuk mempercantik blog serta untuk mempermudah pengunjung blog dalam memahami isi blog kita, yang disediakan oleh penyedia blog anda atau disediuakan oleh pihak ke 3.
Mengenal pengertian dan fungsi gadget pada blog
Mengenal pengertian dan fungsi gadget pada blog

Penggunaan serta pemasangan widget itu sangat dipermudah oleh pihak-pihak penyedia layanan , sehingga yang anda lakukan hanya tinggal mendaftar atau bahkan ada yang tidak perlu mendaftar sama sekali alias Cuma mengcopy script yang telah disediakan dalam elemen blog.
Gadget yang dapat ditambahkan ke dalam blog jumlahnya sangat banyak, baik yang terdapat dalam layanan blogger itu sendiri, lebih-lebih yang disediakan oleh penyedia lain.

Adapun gadget yang disediakan oleh blogspot diantaranya adalah:

1. Daftar Blog yaitu untuk memperlihatkan yang Anda baca dengan blogroll dari blog favorit Anda. 
 2. Daftar Link yaitu gadget untuk menampilkan kumpulan situs, blog, atau laman web favorit Anda kepada pengunjung. 
 3. Feed adalah gadget untuk menambahkan konten dari feed RSS atau Atom ke blog Anda. 
 4. Gambar adalah berfungsi untuk menambahkan gambar dari komputer Anda atau dari mana pun di web.
 5. HTML/JavaScript fungsinya untuk menambahkan fungsional pihak ketiga atau kode script lainnya ke blog Anda.
 6. Formulir Kontak adalah berfungsi untuk menambahkan widget Formulir Kontak ke Blog Anda. 
 7. Label adalah gadget yang berfungsi untuk menampilkan semua label dari posting dalam blog Anda.
 8. Logo yaitu berfungsi Menampilkan logo Blogger ke laman Anda. 
 9. Kotak Penelusuran adalah berfungsi untuk menudahkan menelusuri blog, blogroll, dan semua yang pernah Anda tautkan.
 10. Pengikut adalah gadget yang berfungsi Menampilkan daftar pengguna yang mengikuti blog Anda 
 11. Polling berfungsi untuk melakukan survei terhadap pengunjung Anda dengan menambahkan polling ke blog Anda. 
 12. Profil adalah gadget yang berguna untuk Menampilkan informasi tentang diri Anda kepada pengunjung.
 13. Tampilan slide berguna untuk Menambahkan rangkai slide foto favorit ke blog Anda.
 14. Tautan Berlangganan adalah gadget untuk memudahkan pembaca berlangganan blog Anda lewat pembaca feed populer 
 15. Teks adalah gadget yang berfungsi untuk menambahkan pesan teks ke blog Anda. 
 16.  Baris Video berfungsi untuk menampilkan klip YouTube agar pembaca Anda dapat menonton tanpa perlu meninggalkan laman. 
.

Fungsi menu pada halaman posting

Mengenal Fungsi Menu Pada Halaman Postingan Blogspot

Beberapa Tutorial Dasar Blogspot sebelumnya sudah Tersaji.Com sampaikan seperti Mengenal Menu-Menu Dashbord Blogspot dan Cara Membuat Postingan Di Blogger. Nah ada hal yang tidak kalah pentingnya dibanding dengan Tutorial Blogspot yang lain yaitu mengenai menu-menu pada halaman postingan blogspot. sebagian orang mungkin sudah paham fungsi-fungsi menu tersebut, namun lain dengan pemula yang baru mengenal blogspot, tidak sedikit dari mereka yang kesulitan untuk mengoprasikan masing-masing menu tersebut karena tidak mengenatahui fungsinya.

Adapun tampilah halaman untuk membuat postingan blogspot seperti terlihat pada gambar dibawah ini.